HEADLINE

Sampaikan Masukan Konstruktif, Pemuda Desa Batujai Harapkan Peningkatan Kinerja Aparatur

Lombok Tengah – Pada Senin, 20 Juli 2026, pemuda Desa Batujai menggelar aksi damai yang disambut sangat baik oleh Pemerintah Desa (Pemdes). Pihak Pemdes secara terbuka mempersilakan perwakilan pemuda masuk ke kantor desa untuk menyampaikan aspirasinya secara dialogis.

“Aspirasi ini murni dilandasi niat baik dan kepedulian. Kami menyadari kemajuan desa butuh sinergi erat, sehingga kami tidak bermaksud mendiskreditkan pihak mana pun, melainkan mengajak semua elemen duduk bersama mengevaluasi demi kebaikan desa,” tegas Badrul Muhayat selaku Koordinator Umum Pemuda Desa Batujai.

Dalam dialog tersebut, pemuda secara khusus meminta Pemdes mengklarifikasi dan menyelaraskan proyek Pokir 2025 senilai Rp 88,6 Juta dengan nomenklatur “Rehabilitasi Aula Pemuda Desa Batujai”. Pemuda juga meminta perbaikan sistem birokrasi agar lebih cepat, serta meminta evaluasi kinerja aparatur dusun demi menjamin pelayanan yang adil dan transparansi distribusi Bantuan Sosial.

Terkait keamanan dan fasilitas umum, pemuda meminta kolaborasi Pemdes bersama BKD, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas guna mencegah pelaku kejahatan, karena kejahatan terjadi karena ada kesempatan. Pemuda turut meminta perbaikan fasilitas publik, khususnya kelayakan kamar mandi kantor desa, serta meminta percepatan penyelesaian Lapangan Desa agar segera berfungsi maksimal.

Guna mewujudkan tata kelola yang baik, pemuda meminta keterbukaan aparatur desa, khususnya Kepala Dusun dan Humas, terkait proses rekrutmen BPD maupun pengambilan kebijakan. Lebih dari itu, pemuda menekankan bahwa transparansi Pemdes yang berkaitan dengan penyampaian informasi serta edukasi kepada masyarakat luas harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, pemuda secara resmi meminta Pemdes memfasilitasi keterbukaan dengan memberikan data-data otentik yang berkaitan dengan seluruh poin aspirasi tersebut untuk dikaji lebih lanjut.

“Kami berharap Pemdes membuka data-data terkait aspirasi ini untuk kami kaji secara objektif. Pemuda senantiasa siap menjadi mitra kritis konstruktif guna mengawal setiap kebijakan desa,” tambah Badrul Muhayat.

Pada akhir diskusi, perwakilan pemuda menitikberatkan pada pentingnya kelancaran arus komunikasi antara pemerintah desa dan pemuda agar setiap program dapat diakselerasi dengan baik.

“Kami meminta kepada Pemerintah Desa untuk selalu menjalin komunikasi secara langsung dengan kami apabila terdapat informasi yang berkaitan dengan kepemudaan, agar hal tersebut bisa ditindaklanjuti secepatnya demi kebaikan bersama,” pungkas Riski Amin Al-Qadry selaku Koordinator Lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *